Redefining Marketing to The World: Suroboyo Iso, Rek!

SEJAK minggu lalu saya menerima banyak pesan lewat SMS, e-mail, maupun BBM yang khawatir kangen akan artikel serial Grow with Character setelah habis di tulisan keseratus. Beberapa orang juga menanyakan apakah akan ada buku berisi kumpulan tulisan-tulisan itu.

Teman saya, Mas Hariono, misalnya, tiap pagi rebutan dengan istrinya karena harus mengamankan kliping serial ini. Prof Imam Robandi, bos Dikdasmen Muhamadiyah se-Jawa Timur, sering memberikan semangat kepada saya lewat SMS. Sedangkan Lesly Shila Ussily, sekretaris pribadi konsul jenderal Jepang di Surabaya, menyatakan sering terharu kalau tulisan saya kebetulan menyangkut almarhum orang tua saya.

Di Ubud, Bali, saya bahkan dikejutkan oleh seorang penjaga parkir Bebek Bengil. Ketika saya mau masuk ke restoran keluarga yang terkenal itu, mendadak dia nyeletuk, “Grow with character!” Otomatis, saya menoleh dan dia minta berfoto bareng saya. Edan, kan? Itulah tukang parkir intelek dari Bali. Maka, nggak heran kalau Bali punya rasio lulusan tertinggi se-Indonesia untuk ujian nasional!

Masih di Bali, Heru Legowo yang juga kepala Bandara Internasional Ngurah Rai suka pada Ilmu Tiga yang saya tulis. Dia bilang suka akan tulisan-tulisan serial ini karena bisa digunakan untuk diskusi dengan stafnya.

Di Jakarta, walaupun sering dipotong artikelnya ketika diterbitkan Indopos, saya bertemu beberapa orang eks Surabaya yang suka juga dengan serial ini. Katanya, kangen dengan bahasa Suroboyoan saya di sini. Di Bandung, di mana serial ini tidak dikutip Radar Bandung, ternyata tulisan itu dibaca secara fanatik oleh beberapa orang lewat internet.

Beberapa hari lalu, Gubernur Gorontalo Ir Gusnar Ismail MM mampir dan makan malam di Kantor MarkPlus Inc Jakarta. Beliau bilang, banyak stafnya yang menggunting serial ini karena diterbitkan Gorontalo Post. Bahkan dari luar negeri, saya mendapatkan banyak e-mail dari orang Indonesia yang rajin membuka internet.

Setelah melihat itu semua dan ternyata memang terjadi salah hitung karena seri nomor 100 belum jatuh pada 1 Mei 2010, pas MarkPlus Festival, saya segera kirim SMS kepada Mas Leak Kustiya yang Pemred Jawa Pos dan Radar Surabaya.

“Boleh nggak imbuh dua hari?”

“Monggo kirim extravaganza….” Itu jawabannya, pakai gaya bahasa Jawa Pos.

Karena itu, saya nulis ekstra hari ini dan besok, yang benar-benar akan jadi terakhir.

Inilah kali pertama saya menulis di Jawa Pos, seratus hari nonstop (Minggu pun ditabrak), bahkan plus dua extravaganza. Nulisnya dari mana-mana lewat BlackBerry Onyx! Ketika hal tersebut saya beri tahukan kepada orang BlackBerry dari kantor Singapura, dia kaget. Saya akan bertemu dengan bos-bos BlackBerry di Waterloo, satu jam dari Toronto, pada minggu ketiga Juni.

Ketika saya bertemu Mas Leak untuk bicara tentang serial ini, saya katakan ada tiga hal yang ingin saya capai.

Pertama, pembelajaran secara praktis lewat tulisan bergaya story telling tentang perkembangan konsep marketing dari waktu ke waktu. Karena itu, kalau Anda rajin mengikuti serial ini, saya selalu menyelipkan konsep-konsep itu secara gampang. Walaupun begitu, saya diprotes beberapa orang yang merasa terlalu ilmiah. Tetapi, ketika diringankan, beberapa orang malah menganggap serial ini tidak bermutu.

Karena itu, saya bermain ayunan saja. Sehari berat, sehari ringan. Sehari bicara pengalaman pribadi, sehari bicara konsep yang saya tulis. Yang penting, harus ada pembelajaran. Di Harvard Business School, saya diajarin untuk tidak mengajar, tapi membuat orang lain belajar! Jadi kesimpulannya? Lebih sulit simplifying the complex thing daripada complicating the simple thing!

Kedua, serial ini akan memaksa saya untuk nulis terus. Jadwal saya ketat dan saya harus pindah kota setiap saat. Tapi, saya pengin bisa menerbitkan suatu buku tepat pada HUT ke-20 MarkPlus Inc, 1 Mei 2010! Ya, satu-satunya cara harus memaksa diri seperti itu.

Seluruh tulisan tersebut saya buat sendiri, tanpa ghost writer. Karena itu, bahasanya ya begitu. Bonek! Suroboyoan! Menulis di sebuah media massa seperti Jawa Pos membuat saya berutang kepada pembaca saya. They are my ultimate customers yang harus diketahui serta dikenali anxiety dan desire-nya. Badan bisa capek, pikiran bisa suntuk, jadwal bisa padat, tapi dasar orang marketing, selalu ingat pada customers!

Walaupun ditulis dengan cara memaksa diri, saya sudah punya kisi-kisi urutan penulisan sehingga bisa berupa cerita panjang yang asyik. Kalau Anda cermati, cerita saya memang kadang maju-mundur dalam time frame. Nggak jadi soal! Kan Hollywood juga sering pakai flashback untuk menjadikan sebuah film lebih asyik!

Ketiga, ya terus terang untuk menghangatkan MarkPlus Festival pada 1 Mei 2010 di Shangri-La Surabaya. Karena itu, lantas dihitung countdown seratus hari ke depan, yang akhirnya ternyata keliru hitung, kepagian dua hari.

Ternyata, serial ini memang ampuh! Saat ini peserta MarkPlus Festival sudah mencapai 2.000 tiket, melebihi target 1.500 tiket keluar. Panitia sudah tutup loket dan sibuk dengan segala macam persiapan.

Itu juga bukti bahwa Jawa Pos sangat ampuh, khususnya di Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia Timur. Anda akan bertemu dengan banyak peserta dari luar Jawa, khususnya Indonesia Timur, terutama yang koran Radar-nya memuat serial ini.

Dahsyat!

MarkPlus Festival kali ini bakal seru. Mendiknas Mohammad Nuh menelepon saya untuk memberitahukan bahwa beliau akan meresmikan pembukaan acara itu. Begitu juga Pakde Karwo, gubernur Jawa Timur yang bilang pasti datang lewat SMS.

Jajaran Polda Jatim juga akan ikut meramaikannya. Selain datang, Kapolda Irjen Pol Drs Pratiknyo akan menginspeksi konter lantas untuk perpanjangan SIM dan STNK. Karena itu, jangan lupa mampir kalau mau melakukannya sambil berseminar!

Dirlantas Jatim Kombespol Sam Budigusdian, bahkan mantan Dirlantas Jatim yang sekarang Dirlantas Metro Jaya Kombespol Condro Kirono, juga akan hadir!

Kalau Ditlantas Jatim fokus ke youth dan women, Ditlantas Metro Jaya fokus pada netizen. They are really new wave marketers focus on youth, women and netizen.

Ada tiga orang yang akan menerima Life Mentor Appreciation. Sebab, merekalah yang menginspirasi saya untuk berani buka MarkPlus Professional Service di Surabaya pada 1 Mei 1990. Putera Sampoerna, Ciputra, dan Dahlan Iskan!

Khusus Pak Dahlan, akan ada peristiwa yang historical. Apa itu? Akan ada penyerahan buku Grow with Character dari CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo selaku penerbit kepada Jawa Pos sebagai koran yang memuat serial tulisan ini. Saya berani pastikan bahwa itu baru kali pertama.

Itu bisa terjadi karena Dwi Helly Purnomo dari Gramedia Pustaka Utama yang kini nungguin mamanya di rumah sakit di Surabaya tiap pagi juga baca serial ini di Jawa Pos. Dia yang punya ide untuk kerja sama yang unik tersebut.

Saya lantas menghubungi Mas Leak, yang akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Mas Azrul Ananda, maka terjadilah proyek kebersamaan oleh dua grup media cetak terbesar di Indonesia itu.

Jadi, pada 1 Mei 2010 akan ada buku Grow with Character, tapi tentu saja jumlahnya nggak sampai 2.000 eksemplar. Yang pasti, 500 kopi pertama akan saya tanda tangani. Mudah-mudahan Andalah yang mendapatkannya.

Buku tersebut tidak hanya berisi serial tulisan saya yang diedit Bayu Asmara, tapi juga memuat model Grow with Character yang diedit Alex Mulya. Mereka berdua adalah konsultan senior MarkPlus Inc, yang juga akan memandu parallel class di festival tersebut.

Kan bakal ada tiga kelas paralel dengan berbagai topik dan pembicara sehingga Anda bisa memilih, bahkan pindah dari satu kelas ke kelas lain. Bahkan waktu makan siang, akan ada tiga kelas paralel yang bisa Anda pilih untuk diikuti.

Pokoknya, new FBIs! You might get new friends, new businesses and new ideas at our festival!

Rektor ITS Prof Priyo Suprobo juga sudah pasti hadir. Sebab, saya akan menyerahkan University of Life Appreciation. Walaupun tidak lulus dari ITS, saya tidak mungkin bisa punya otak modeling sehingga bisa menulis model-model marketing kalau tidak pernah berkuliah di sana selama lima tahun.

ITS memberi saya kekuatan logika yang akhirnya merupakan diferensiasi saya di wahana marketing dunia.

Prof Philip Kotler yang mbahnya marketing dunia mau bekerja sama dengan saya untuk menulis lima buku selama 12 tahun ya karena keunikan saya yang satu itu. Saya bisa melakukan simplifying the complexities dengan menggunakan model.

Sementara itu, hampir semua buku teks marketing cuma bisa menjlentrehkan poin-poin tanpa model yang jelas. Kalau sudah pakai model, malah membingungkan karena merupakan suatu scientific model yang ketat asumsinya dan cepat usang ketika asumsi berubah! Jadi, sama sekali tidak berguna untuk para praktisi.

Sementara itu, model-model yang saya gunakan mudah dimengerti dan bersifat fleksibel sehingga bisa mengikuti perubahan lanskap. Bahkan, saya sering bilang bahwa seorang dropout ITS bisa jadi 50 guru dunia marketing dengan cuma modal kekuatan logika. Sebaliknya, sangat susah bagi seorang profesor marketing bisa jadi 50 guru dunia di bidang engineering!

Saya sangat bersyukur karena rektor ITS juga akan didampingi beberapa profesor rekan-rekan saya dari ITS.

Tentu saja saya mengundang semua rekan-rekan saya, konsul jenderal, dan konsul kehormatan di Surabaya. Kan saya juga konsul kehormatan Republik Ceko di Surabaya. Konsul Jenderal Amerika Caryn R. McClelland dan beberapa konsul lain sudah mengonfirmasi untuk hadir.

Selain acara pembukaan pleno yang pasti seru dan diikuti tiga sesi paralel, jangan lewatkan acara puncak pada sesi akhir, yaitu pukul 16.00-18.00 WIB. Selama dua jam penuh, saya akan memberikan Lecture of the Decade!

Di situ saya bakal menjelaskan perkembangan konsep marketing mulai 1950 sampai 2020. Anda akan melihat bagaimana evolusi konsep marketing sesuai dengan situasi makronya!

Bentuknya operette karena saya akan berada di tengah 2.000 peserta serta Jacky Mussry dan Waizly Darwin di atas panggung. Jacky yang dulu juara disc jockey nomor satu se-Indonesia dan sekarang doktor manajemen strategis dari Universitas Indonesia akan menyanyi dengan keyboard solo. Sedangkan Waizly yang baru pulang dari MIT Boston enam bulan lalu bakal memainkan berbagai iklan di berbagai era lewat iPad-nya!

Pokoknya seru. Sebab, acara akan ditutup dengan kejutan yang mudah-mudahan jadi kenangan seumur hidup untuk Anda!

Saya juga membawa buku kelima saya bersama Philip Kotler yang di-endorse Bapak SBY dan di-launch di Kellogg pada 15 Juni nanti. Tapi, hanya ada 50 kopi.

Hak penerjemahannya sudah dibeli 17 negara! Bukti bahwa MarkPlus Inc di usia ke-20 benar-benar sudah pas dengan slogan yang dipakai. Redefining Marketing to the World!

Jangan minder jadi orang Indonesia! Bahkan, jangan minder jadi arek Suroboyo!

Indonesia bisa!

Suroboyo iso, Rek!

See you tommorow at Shangri-la Hotel!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.